15 Januari, 2009

BICARA TAMAN,CONTOH KOTA MALANG

Ada pandangan berbeda ketika aku menginjak kota Malang. Kota nan asri, hijao ,bersih dan banyak taman-taman disetiap sudutnya Sudah 10 tahun lebih aku ga menginjak kota malang, tepatnya tahun 1994 . Namun secara umum tidak ada yang berebeda dan tetap konsisten untuk mempertahankan pelestarian lingkungan, walau hanya taman-taman kecil nan cantik.
Wajah kota Malang tidak hanya di poles dengan berdirinya Mall mall baru, tapi ada penyeimbang diantara keduanya, sehingga yang terjadi bisa kita lihat perpaduan kota moderen dengan tidak mengabaikan penataan kota yang masih bersahabat dengan lingkungan.
Namun anda akan kaget dan berbeda ketika menginjak pemandangan kota-kota lainnya. Hampir semua kota-kota di Indonesia ,kurang memikirkan aspek pelestarian lingkungan dalam menata kotanya. Semua -sekali lagi- atas nama RTRW, bangunan-bangunan taman justru di bongkar.
Simak saja di kota Semarang,dulu samping hotel Siliwangi ada taman sebagai ruang publik dan resapan air namun sekarang sudah menjadi bagian perluasan hotel tersebut. Ga tahu prosesnya bagaimana, tapi yang jelas ada sisi yang "hilang" dari potret kebijakan pelestarian kota. Apalgi ide gubernur Suwardi saat itu yang akan menjadikan "Taman KB" sebuah bangunan megah..merupakan bukti keberpihakan Pemerintah terhadap lingkungan rendah...untungnya ide tersebut di "tolak" mentah2 oleh masyarakat.
Dulu ada Walikota Gila Taman alias WAGIMAN di era Sutrisno Suharto dimana instruksinya tiap warga harus menyediakan taman...tapi entah sekarang juga hangus kebijakan itu...kini semarang ta seindah dulu...gersang...panaz...
Di kota Purwokerto juga ada ruang publik hijau menjadi peruntukan bagi bisnis, di Slawi juga ada Daerah aliran sungai(DAS) yang sejak saya kecil itu adalah DAS tapi di papras/disulap habis menjadi bagian pabrik teh ternama di kota Slawi. Wualah..wualllahhhh

10 Januari, 2009

PERGESERAN MAKNA PEMBANGUNAN

Pembangunan bagi sebagian orang dianggap sebagai sebuah keberhasilan. Tentunya setuju aja ya kalo bermanfaat bagi masyarakat banyak, tapi apa yg terjadi saat ini,pembangunan ibarat serigala yang ganas, menerjang masyarakat marginal , yang kemudian memunculkan aspek pemiskinan kepada rakyat kecil. mo bukti ? banyak lah ga usah di uraikan....
Aspek pelestarian lingkungan yang tidak dipikirkan secara matang-matang oleh pemerintah kita, sehingga yang terjadi bisa kita rasakan sekarang. Semua jalan dan lingkungan kita sangat minim dengan penghijauan..tidak lagi kita melihat betapa indahnya pepohonan di kanan kiri kita yang asri. Justru yang terjadi sekarang adalah banyak bencana banjir , bencana alam ,dll. Bencana banjir dimana-mana, ga cuma jakarta,pontianak, samarinda, semarang, pekalongan dan bandung. Yang terjadi sekarang justru ,pohon di jalan-jalan besar ditebang dengan alasan"pembenaran " bagi pelebaran jalan , kanan kiri beton keras. kalo toh ada tanaman paling-paling cuma penghias.....
Ketersedian taman sebagai ruang publik sangat minim.....karena hampir semua RTRW kiita baik ditingkat kabupaten/ kota maupun propinsi tidak menyisakan tempat bagi ruang publik.... semua"bicara " menjadi ruang biznis.studi kelayakan lah...analisis kelayakanlah...Studi potensi ekonomilah.....pokoknya yang secara financial BEP syukur-syukur laba di atas normal.
Ekonomi bukan satu-satunya jalan bagi kemakmuran kalo kita mengabaikan ketersedian taman dan kelestarian lingkungan sebagai daya dukung keberlanjutan BUMI ini. Iitulah pembangunan yang "kadang" tidak mengindahkan pelestarian lingkungan. Pembangunan tidak berorientasi pada kualitas tapi kuantitas sehingga makna pembangunan menjadi biassssss.Oleh karena itu saatnya kita memikirkan pembangunan yang berorientasi lingkungan, yang memahami betul peran lingkungan hijau bagi peningkatan kualitas manusia, namanya pembangunan yang berkelanjutan yang mempunyai dimensi yang luas , jangka panjang sehingga anak cucu kita kelak menikmati arti hakiki sebuah pembangunan manusia seutuhnya...Jadi saling sinergi gitu ...
Maka dari itu, saatnya kita memulai (lagi) gerakan menanam pohon sebagai salah satu wujud bakti dan peduli kita pada lingkungan......berbuat kecil lebih berarti dari pada tidak sama sekali!!!!
Kalo anda punya pohon , silahkan memulai dari diri kita, lingkungan kita dan kota kita. Dengan demikian pada saatnya nanti(kapan ya?) tidak lagi ada pergeseran makna pembangunan, tidak sekedar simbol-simbol formal dalam kebinet ini itu, presiden ini - itu. Semoga.....